Patofisiologi Gangguan Sistem Perkemihan
Pembimbing : Ira Rahmawati, S.Kep.,Ns., MNSc(EM)
Kelompok 7 :
• Erly Arsitama (P17220191016)
• Septiana Dwi (P17220192023)
• Rangga Satriawan (P17220193032)
• Khoirun Nisak Arum (P17220193035)
Kali ini akan membahas tentang patofisiologi gangguan sistem perkemihan yang pertama adalah:
A. Hipertensi
Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90mmHg. Angka 140 mmHg merupakan sistolik yaitu ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHg merupakan diastolik.
Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.
Perlu diketahui bahwa tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat).
Hipertensi adalah salah satu penyakit yang sering disebut dengan “pembunuh diam-diam” karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang. Namun, penyakit ini dapat mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa layaknya penyakit jantung.
Jika tidak terdeteksi dini dan terobati tepat waktu, hipertensi dapat mengakibatkan komplikasi serius penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, diabetes, dan banyak penyakit berbahaya lainnya yang merupakan penyebab kematian akibat hipertensi tertinggi di Indonesia.
• Gagal ginjal kronis akibat hipertensi
Ginjal membantu menyaring limbah dan cairan ekstra dari darah, dan mereka menggunakan banyak pembuluh darah selama proses penyaringan tersebut.
Ketika pembuluh darah menjadi rusak, nefron yang menyaring darah tidak menerima oksigen dan nutrisi yang mereka butuhkan agar berfungsi dengan baik. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol menyebabkan arteri di sekitar ginjal menyempit, melemah atau mengeras. Arteri yang rusak ini tidak mampu memberikan cukup darah ke jaringan ginjal.
•Gejala hipertensi
-Sakit kepala dan leher
-Pusing
-Penglihatan kabur
-Mual muntah
-Telinga berdengung
-Kebingungan
-Detak jantung tak teratur dan berdebar keras
-Kelelahan
-Nyeri dada
-Sulit bernapas
-Terdapat Darah Dalam Urin
-Apabila tekanan darah mencapai > 200/100 mmHg dapat timbul gangguan neurologis diantaranya penurunan kesadaran, disorientasi, koma atau kejang.
•Faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita hipertensi, antara lain:
-Usia.
Seiring bertambahnya usia, risiko seseorang terserang hipertensi semakin besar. Hipertensi pada pria umumnya terjadi pada usia 45 tahun, sedangkan pada wanita biasanya terjadi di atas usia 65 tahun.
Keturunan. Hipertensi rentan terjadi pada orang dari keluarga yang memiliki riwayat darah tinggi.
-Obesitas.
Meningkatnya berat badan mengakibatkan nutrisi dan oksigen yang dialirkan ke dalam sel melalui pembuluh darah juga meningkat. Hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah dan jantung.
-Diet tinggi garam.
Terlalu banyak makan garam atau terlalu sedikit mengonsumsi makanan yang mengandung kalium. Hal ini dapat mengakibatkan tingginya natrium dalam darah, sehingga cairan tertahan dan meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah.
-Kurang aktivitas fisik dan olahraga.
Keadaan ini dapat mengakibatkan meningkatnya denyut jantung, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kurang aktivitas dan olahraga juga dapat mengakibatkan peningkatan berat badan, yang merupakan faktor risiko hipertensi.
-Merokok.
Zat kimia dalam rokok bisa membuat pembuluh darah menyempit, yang berdampak pada meningkatnya tekanan dalam pembuluh darah dan jantung.
•Jenis-jenis hipertensi
Hipertensi pada umumnya dibagi menjadi 2 yaitu,hipertensi primer dan sekunder.
1. Hipertensi primer
Jenis hipertensi satu ini cenderung muncul secara bertahap selama bertahun-tahun. Beberapa kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat juga ikut menjadi penyebabnya meliputi:
Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam seperti makanan kemasan, fast food, junk food dan lain sebagainya. Minim aktivitas fisik, alias malas gerak, konsumsi alkohol secara berlebihan, mengalami obesitas, stress, merokok. Orang dewasa yang berusia paruh baya cenderung lebih berisiko mengalami jenis hipertensi ini.
2. Hipertensi sekunder
Kondisi ini cenderung muncul secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan tekanan darah melonjak tinggi dibandingkan dengan hipertensi primer. Tidak hanya pengaruh kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal,endokrinatau adanya retensi air dan sodium ,penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat berkontribusi besar menjadi penyebab hipertensi sekunder.
4. Hipertensi gestasional
Hipertensi gestasional, atau yang disebut juga dengan pregnancy-induced hypertension (PIH), adalah kondisi ketika tekanan darah meningkat saaat hamil. Sebanyak 6-8% ibu hamil diperkirakan mengalami kondisi ini.
Apabila dibiarkan, hipertensi gestasional dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, yaitu preeklampsia. Berikut adalah kelompok yang memiliki risiko tinggi untuk terkena hipertensi gestasional:
-Wanita yang hamil untuk pertama kali.
-Wanita dengan saudara perempuan dan ibu yang pernah menderita hipertensi gestasional.
-Wanita hamil anak kembar.
-Wanita di bawah usia 20 tahun, atau di atas 40 tahun.
-Wanita yang pernah menderita tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal sebelum hamil.
Hipertensi gestasional berpotensi mencegah plasenta atau ari-ari mendapat suplai darah yang cukup. Jika plasenta tidak mendapat asupan darah yang cukup, bayi yang di dalam kandungan akan kekurangan oksigen dan makanan. Hal ini dapat menyebabkan bayi terlahir dengan berat badan di bawah normal.
5. Hipertensi pulmonal
Tekanan darah tinggi yang terjadi di pembuluh darah dari jantung menuju paru-paru.Tekanan darah pulmonal merupakan seberapa besar tekanan yang dikeluarkan jantung untuk memompa darah menuju pembuluh arteri. Dengan kata lain, kondisi ini berfokus pada tekanan darah yang mengalir di dalam paru-paru.
Tekanan darah yang normal pada pembuluh darah paru-paru seharusnya berkisar di angka 8-20 mmHg saat tubuh beristirahat, dan 30 mmHg ketika tubuh melakukan aktivitas fisik. Apabila tekanan arteri paru-paru berada di atas 25-30 mmHg, kondisi ini dapat dikategorikan sebagai hipertensi pulmonal.
6. Krisis hipertensi
Krisis hipertensi merupakan jenis hipertensi yang sudah mencapai tahap parah. Tekanan darah melonjak secara drastis dan dapat mengakibatkan terjadinya stroke. Angka sistolik ketika seseorang mengalami krisis hipertensi telah mencapai 180 mmHg bahkan lebih, sedangkan angka diastolik berada di kisaran 120 mmHg atau lebih.
Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat merusak pembuluh darah, menyebabkan peradangan, dan mungkin terjadi pendarahan dalam. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan nyawa.
•Cara penanganan hipertensi
Dengan cara mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan mengatur pola makan,serta mengonsumsi obat yang telah disarankan oleh dokter untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Kemudian pembahasan yang kedua mengenai patofisiologi gangguan sistem perkemihan adalah :
B. Retensi Urine
Retensi urin merupakan penumpukan urin dalam kandung kemih akibat ketidak mampuan kandung kemih untuk mengosongkan kandung kemih. Retensi urine adalah kesulitan berkemih karena kegagalan produksi urine dari fesika urinaria. Retensio urine adalah tertahannya urine di dalam kandung kemih, dapat terjadi secara akut maupun kronis. (Depkes RI Pusdiknakes 1995).
Retensio urine adalah ketidakmampuan untuk melakukan urinasi meskipun terdapat keinginan atau dorongan terhadap hal tersebut. (Brunner & Suddarth).
Retensio urine adalah suatu keadaan penumpukan urine di kandung kemih dan tidak punya kemampuan untuk mengosongkannya secara sempurna. (PSIK UB).
• Etiologi
Retensio urine dapat terjadi menurut lokasi, faktor obat dan faktor lainnya seperti ansietas, kelainan patologi uretra, trauma dan lain sebagainya.
Berdasarkan lokasi bisa dibagi menjadi :
a. Supra vesikal berupa kerusakan pusat miksi di medulla spinallis S2 S4 setinggi T12 L1 menyebabkan kerusakan simpatis dan parasimpatis sebagian atau seluruhnya sehingga tidak terjadi koneksi dengan otot detrusor yang mengakibatkan tidak adanya atau menurunnya relaksasi otot spinkter internal,
b. Vesikal berupa kelemahan otot detrusor karena lama teregang, intravesikal berupa hipertrofi prostate, tumor atau kekakuan leher vesika, striktur, batu kecil menyebabkan obstruksi urethra sehingga urine sisa meningkat dan terjadi dilatasi bladder kemudian distensi abdomen.
c. Intravesikal berupa pembesaran prostat, kekakuan lehervesika, batu kecil dan tumor.
d. Dapat disebabkan oleh kecemasan, pembesaran prostat,kelainan patologi uretra, trauma, disfungsi neurogenik kandung kemih.
•Patofisiologi
Pada retensi urine, penderita tidak dapat buang air kecil, kandung kemih penuh disertai rasa sakit yang hebat di daerah suprapubik dan hasrat ingin berkemih yang hebat disertai mengejan. Retensi urine dapat terjadi menurut lokasi, faktor obat dan faktor lainnya seperti ansietas,kelainan patologi uretra, trauma dan lain sebagainya.
Berdasarkan lokasi bisa dibagi menjadi supra vesikal berupa kerusakan pusat perkemihan di medulla spinalis menyebabkan kerusaan simpatis dan parasimpatis sebagian atau seluruhnya sehingga tidak terjadi koneksi dengan otot detrusor yang mengakibatkan tidak adanya atau menurunnya relaksasi otot spinkter internal, vesikal berupa kelemahan otot detrusor karena lama teregang, intravesikal berupa hipertrofi prostate, tumor atau kekakuan leher vesika, striktur, batu kecil menyebabkan obstruksi uretra sehingga urine sisa meningkat dan terjadi dilatasi bladder kemudian distensi abdomen.
Faktor obat dapat mempengaruhi proses BAK, menurunkan tekanan darah, menurunkan filtrasi glumerolus sehingga menyebabkan produksi urine menurun. Factor lain berupa kecemasan, kelainan patologi urethra, trauma dan lain sebagainya yang dapat meningkatkan tensi, otot perut, perianal, spinkter anal eksterna tidak dapat relaksasi dengan baik. Dari semua faktor di atas menyebabkan urine mengalir lambat kemudian terjadi poliuria karena pengosongan kandung kemih tidak efisien. Selanjutnya terjadi distensi bladder dan distensi abdomen sehingga memerlukan tindakan, salah satunya berupa kateterisasi uretra.
•Tanda dan Gejala Retensi Urine
Klien yang berada di bawah pengaruh anestesi atau analgesik mungkin hanya merasakan adanya tekanan dalam berkemih tetapi klien yang sadar,akan merasakan nyeri hebat karena distensi kandung kemih melampaui kapasitas normalnya.
Pada retensi urine yang berat, kandung kemih dapat menahan 2000-3000 ml urine. Retensi terjadi akibat obstruksi uretra, trauma bedah, perubahan stimulasi saraf sensorik dan motorik kandung kemih, efek samping obat dan asietas.
Tanda klinis retensi:
a. Ketidak nyamanan daerah pubis
b. Distensi vesika urinia.
c. Ketidak sanggupan untuk berkemih.
d. Sering berkemih saat vesika urinaria berisi sedikit urine (25-50ml)/ anyang-anyangan.
e. Ketidak seimbangan jumblah urin yang di keluarkan dengan asupannya.
g. Adanya urin sebanyak 3000-4000ml dalam kandung kemih.
Retensi urine dapat menimbulkan infeksi yang bisa terjadi akibat distensi kandung kemih yang berlebihan,gangguan suplai darah pada dinding kandung kemih dan proliferasi bakteri. Gangguan fungsi renal juga dapat terjadi, khususnya bila terdapat obstruksi saluran kemih.
DAFTAR PUSTAKA
https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/hipertensi-tekanan-darah-tinggi/jenis-hipertensi-yang-dimiliki/
https://www.halodoc.com/hipertensi-bisa-sebabkan-gagal-ginjal-kronis
https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/hipertensi-adalah-tekanan-darah-tinggi/
http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/hipertensi-dan-penanganannya


Silahkan teman-teman bisa bertanya atau berpendapat mengenai materi patofisiologi gangguan sistem perkemihan di kolom komentar ini ya
BalasHapusAssalamualaikum
BalasHapusPermisi saya qonita, nomer absen 15,perwakilan dari kelompok 6
Izin bertanya
Sering saya dengar di kehidupan sehari-har saya bahwa jika seseorang marah atau sedang kesal menyabebkan tekanan darah tunggu,
Apakah memang benar jika emosi merupakan salh satu faktor yang menyebabkan tekanan darah tinggi hipertensi?
Terimakasih
Saya Khoirun Nisa absen 35, izin menambahkan jawaban, apakah benar emosi salah satu faktor yg menyebabkan hipertensi? Iya benar, saat marah-marah terjadi peningkatan hormon yg berkaitan dengan stres seperti hormon adrenalin di tubuh. Adrenalin itu menyebabkan mengecilnya pembuluh darah,akibatnya tekanan darah meningkat.
Hapussudah benar, selain berkaitan dengan hormon, apalagi?..apakah ada kaitannya dengan aktivitas saraf simpatis?
HapusSaya Septiana Dwi absen 23 izin menjawab pertanyaan dari qonita berdasarkan kenyataan yang sering saya lihat dimasyarakat memang benar kalau emosi atau perubahan mood dapat menyebabkan tekanan darah kita menjadi tinggi
BalasHapusSaya Citra Noriya No absent 12 . Dari kelompok 10 ingin bertanya
BalasHapusApakah infeksi saluran kemih dapat menganggu kehamilan? Jika Iya, jelaskan mekanismenya. Terimakasih.
Saya Khoirun Nisa Arum absen 35, izin menjawab pertanyaan dari Citra Noriya. Apakah ISK dapat mengganggu kehamilan? Jawabannya, iya dapat mengganggu kehamilan. Mekanisme nya
Hapusuterus atau rahim berada tepat di atas saluran kemih. Seiring dengan bertambah besarnya uterus, berat badan janin juga menekan saluran pembuangan urine sehingga bakteri terjebak dan berkembang biak. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya ISK.
Selain itu, pada usia kehamilan mulai dari minggu ke-6, hampir semua ibu hamil mengalami pembesaran uretra. Hal ini akan terus berlangsung hingga waktu persalinan. Semakin besar uretra dan saluran kemih, kian tinggi pula risiko pertumbuhan bakteri.
Seakan belum cukup, ibu hamil memiliki urine yang lebih terkonsentrasi karena kandungan hormon dan gula di dalamnya. Hal ini bisa memicu pertumbuhan bakteri dan menurunkan kemampuan tubuh untuk menahan bakteri jahat masuk ke tubuh.
Itulah mengapa ISK pada ibu hamil rentan terjadi, dengan prevalensi 2-10%. Bahkan, ISK pada ibu hamil bisa terjadi berulang kali. Utamanya, pada ibu hamil yang menjalani kehamilan kedua dan kehamilan selanjutnya.
Terima kasih.
sudah lengkap jawabannya
HapusSaya Aniyaul Masfufah absen 43 perwakilan dari kelompok 8 izin bertanya. Dijelaskan bahwa hipertensi gestasional adalah tekanan darah yang meningkat saat hamil.Faktor apakah yang menyebabkan hipertensi tersebut menyerang wanita hamil dan bagaimana pengobatan serta pencegahannya mengingat hal tersebut dapat membahayakan janin yang dikandung?
BalasHapusSaya Septiana Dwi A absen 23 izin menanggapi pertanyaan dari Aniyatul,
Hapus■ Faktor-faktor resiko yang dapat memicu terjadinya hipertensi gestasional
• Hamil untuk pertama kalinya.
• Sudah mengalami darah tinggi sebelum hamil atau memiliki riwayat hipertensi gestasional pada kehamilan sebelumnya.
• Memiliki penyakit ginjal atau diabetes.
• Berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun ketika hamil.
• Mengalami hamil kembar atau lebih.
• Kelebihan berat badan.
• Mengalami gangguan pada sistem imun.
■ Cara pengobatan hipertensi gestasional dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Pengobatan dengan obat-obatan sesuai resep dokter
Terdapat beberapa obat tekanan darah tinggi yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun, sebaiknya ibu hamil menghindari obat-obatan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, angiotensin II receptor blockers, serta renin inhibitors.Pengobatan hipertensi gestasional sangatlah penting agar terhindar dari risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit lainnya.
2. Pengobatan dirumah
• Rutin memeriksakan kandungan ke dokter.
• Minum obat antihipertensi sesuai dengan resep dokter
• Aktif berkegiatan fisik, namun konsultasikan dengan dokter olahraga seperti apa yang sesuai dengan kondisi Anda.
• Makan makanan bernutrisi, rendah garam, dan rendah lemak.
• Istirahat yang cukup.
• Hindari rokok, alkohol, dan selalu konsultasikan dokter mengenai konsumsi obat-obatan bebas (over-the-counter).
■ Pencegahan hipertensi gestasional
• Minum setidaknya 8 gelas air sehari.
• Mengubah gaya hidup
• Gunakan garam sedikit saja sekedar untuk menambah rasa.
• Berolahraga teratur.
• Tingkatkan jumlah protein dan kurangi jumlah makanan yang digoreng serta junk food.
• Beristirahat cukup.
• Naikkan kaki ke posisi lebih tinggi saat duduk atau berbaring beberapa kali dalam sehari.
• Dokter bisa meresepkan obat dan suplemen tambahan.
• Hindari minuman beralkohol.
• Hindari minuman yang mengandung kafein
Terimakasih
sudah cukup lengkap jawabannya
HapusAssalamualaikum
BalasHapusSaya Anggit Tiar nomer absen 37 perwakikan dari kelompok 3
Izin bertanya
Apakah hipertensi dapat menurun dalam keluarga bila orang tua atau saudara sedarah mempunyai riwayat hipertensi? Jika iya apakah bisa dicegah ? Dan bagaimana cara mengatasinya?
Terima kasih
Saya erly arsitama absen 16 , ijin menjawab dari pertanyaan anggit.
HapusYang pertama adanya riwayat darah tinggi dalam keluarga dapat meningkatkan risiko anda mengalami hipertensi hingga 4 kali lipat daripada orang yang bukan keturunan hipertensi.Faktor genetik memang berperan besar dalam menentukan risiko hipertensi Anda. Menurut European Heart Journal, masalah darah tinggi di keluarga dapat diwariskan dengan risiko 30-50% kepada generasi selanjutnya, termasuk pada anak kembar sekali pun.
Namun demikian, ada juga orang-orang keturunan darah tinggi yang tidak pernah mengalami hipertensi selama hidupnya. Itu artinya, mewariskan “bakat” hipertensi bukan otomatis Anda akan ditakdirkan pasti memiliki penyakit yang sama dengan nenek moyang Anda.Gen hipertensi warisan bisa saja aktif dan berkembang ketika juga dipengaruhi oleh lingkungan dan pilihan gaya hidup yang Anda jalani selama ini.
Bisa dicegah dan cara mengatasinya yaitu
1. Makan sehat dan kurangi garam Garam .
Itu kenapa orang-orang yang berisiko tinggi hipertensi sangat ditekankan untuk mengurangi asupan garam. Salah satu caranya adalah lewat diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet DASH juga membuat Anda mengurangi asupan kolesterol dan lemak jahat.Diet DASH sudah terbukti ampuh mengendalikan tekanan darah tinggi dengan memperbanyak makan buah dan sayur serta gandum utuh. Sumber makanan sehat ini tidak hanya tinggi serat dan vitamin, tapi juga mineral kalium yang dapat menetralisir efek negatif dari garam dalam tubuh.
2. Jangan lupa beraktivitas fisik
Aktivitas fisik adalah segala kegiatan yang membuat badan Anda aktif bergerak dan membakar kalori. Semua kegiatan ini bisa termasuk beres-beres rumah, naik dan turun tangga kantor, ikut olahraga tim seperti futsal atau bulu tangkis, hingga olahraga aerobik seperti jalan kaki, jogging, berenang, dan bersepeda.Sebuah studi terbitan jurnal Hypertension menyebutkan bahwa risiko darah tinggi menurun hingga 34% pada orang-orang keturunan hipertensi yang berhasil menjaga tubuhnya tetap bugar, ketimbang mereka yang jarang olahraga.
3. Jaga berat badan
Menurunkan berat badan adalah cara terbaik untuk mencegah darah tinggi muncul di masa depan.Mengutip sebuah studi terbitan The Journal of Hypertension, memangkas setidaknya 5 kilogram dari berat badan Anda saat ini dapat sangat membantu menurunkan tekanan darah secara drastis.
Selain itu, menjaga berat badan tetap sehat akan memungkinkan Anda punya lebih banyak energi untuk beraktivitas tanpa harus memaksa jantung bekerja ekstra keras.
4. Berhenti merokok dan batasi miras
Nikotin dalam rokok dapat merangsang kerja saraf otak berlebihan memproduksi hormon tertentu yang mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah Anda.Minum minuman beralkohol juga dapat meningkatkan tekanan darah.Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa mengurangi minum miras dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga 3 mm Hg.
5. Jangan biarkan stres mengganggu
6. Rajin cek tensi
sudah lengkap jawabannya
HapusSaya putri Naila absen 3, izin bertanya, apakah seseorang yang sering menahan buang air kecil dapat menyebabkan penyakit pada saluran perkemihan? apakah bisa berefek pada retensi urin? terimakasih🙏
BalasHapusSaya Khoirun Nisa Arum absen 35 izin menjawab.
HapusBenar, orang yg sering menahan buang air kecil rentan terkena ISK. Karena buang air kecil membantu anda untuk membuang bakteri dalam tubuh yg sudah tidak digunakan, jika Anda menahannya, maka bakteri berkesempatan untuk berkembang biak.
Tentu menahan Bak bisa berefek pada Retensi urin, karna ini gangguan pada kandung kemih yang menyebabkan Anda kesulitan untuk buang air kecil nantinya dan akan timbul rasa nyeri yg tidak nyaman di perut bagian, dan kandung kemih Anda tidak dapat dikosongkan secara maksimal. Alhasil, orang dengan kondisi ini sering mengalami buang air kecil yang tidak tuntas (anyang-anyangan). karena terjadi penyumbatan pada uretra,penyumbatan ini bisa terjadi akibat kelenjar prostat yang membengkak karena seringnya menahan buang air kecil ,atau juga bisa karna peradangan uretra yang parah.
Terima kasih
Rangga satriawan No. 32
HapusMenjawab pertanyaan putri naila
Sering menahan buang air kecil dapat menyebabkan infeksi saluran kemih karena bakteri dapat mulai berkembang biak. Risiko terkena ISK juga tinggi jika kita tidak meminum cukup air.
Kebiasaan menahan buang air keciljuga dapat menyebabkan retensi urine. Ini adalah kondisi di mana kandung kemih tidak dapatmengosongkan diri sepenuhnya karena tersumbatnya aliran urine yang bebas melalui kandung kemih dan uretra.
NB kalimat yang tidak tuntas : perut bagian bawah
HapusAssalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya Amelia Danyswara No. 25 dari kelompok 9 izin bertanya
Pertanyaan :
Sebutkan dan jelaskan penatalaksaan hipertensi primer
Saya Khoirun Nisa absen 35, izin menjawab. Penatalaksanaan hipertensi primer meliputi terapi non farmakologi dan terapi farmakologi. Terapi non farmakologi berupa modifikasi gaya hidup meliputi pola diet, aktivitas fisik, larangan merokok dan pembatasan konsumsi alkohol.
HapusTarget penurunan berat badan perlahan hingga mencapai berat badan ideal dengan cara terapi nutrisi medis dan peningkatan aktivitas fisik dengan latihan jasmani.
Mengurangi asupan garam. Diet tinggi garam akan meningkatkan retensi cairan tubuh. Asupan garam sebaiknya tidak melebihi 2 gr/ hari.
Diet yg dianjurkan mengandung makanan kaya sayur dan buah, serta produk rendah lemak. Makanan yang dihindari yakni otak, ginjal, paru, jantung, daging kambing, makanan yang diolah menggunakan garam natrium (crackers, kue, kerupuk, kripik dan makanan kering yang asin), makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, kornet, buah-buahan dalam kaleng), makanan yang diawetkan, mentega dan keju, bumbu-bumbu tertentu (kecap asin, terasi, petis, garam, saus tomat, saus sambal, tauco dan bumbu penyedap lainnya) serta makanan yang mengandung alkohol.
Olah raga. Rekomendasi terkait olahraga yakni olahraga secara teratur sebanyak 30 menit/hari, minimal 3 hari/ minggu.
Mengurangi konsumsi alkohol, Pembatasan
Berhenti merokok. Merokok termasuk faktor risiko penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu penderita hipertensi dianjurkan untuk berhenti merokok demi menurunkan risiko komplikasi penyakit kardiovaskular.
Terapi farmakologi dapat diberikan antihipertensi tunggal yang dapat dimulai dengan satu obat atau kombinasi obat hingga mencapai target penurunan tekanan darah.
Pemilihan obat anti hipertensi dapat didasari ada tidaknya kondisi khusus (komplikasi).
Saya charisma putri absen 04, dari kelompok 6 izin bertanya, jika ibu hamil mengalami hipertensi maka bayi harus dilahirkan secara operasi atau normal?
BalasHapusTerimakasih
saya erly arsitama absen 16 ijin menjawab.Jadi ibu hamil yang mengalami hipertensi dapat melahirkan secara normal, jika serviks ibu sudah melebar, kondisi bayi sehat dan kuat untuk menjalani persalinan normal. Namun, ada beberapa prosedur yang perlu dijalani oleh ibu. Yaitu
Hapus1.Pemantuan kondisi ibu, tekanan darah selama proses persalinan dan melahirkan. Biasanya dalam beberapa kasus pemberian magnesium melalui intravena akan dilakukan tentunya untuk mengontrol tekanan darah.
2. Pemantuan kondisi bayi
3. Induksi, ibu yang ingin tetap berusaha melahirkan normal dan bayi sehat untuk menjalani persalinan normal, tetapi tekanan darah ibu terus naik. Maka, biasanya dokter akan melakukan tindakan induksi sebelum hari perkiraan lahir (hpl), hal ini dilakukan untuk menghindari komplikasi serius.
4.Epidural, Rasa nyeri saat persalinan dan melahirkan justru akan meningkatkan tekanan darah. Maka biasanya dokter akan memberi masukan untuk melakukan tindakan epidural pada proses persalinan normal. Tindakan ini juga akan membantu menurunkan tensi ibu saat menjalani proses persalinan.
Tapi, jika ternyata kondisi ibu dan Si Kecil tidak memungkinkan untuk memenuhi prosedur di atas maka ibu harus mengikuti saran dokter untuk melakukan operasi caesar.
Akan sangat membahayakan ibu dan bayi, bahkan salah satunya saat ibu memaksakan untuk melahirkan normal.Adapun risiko jika ibu memaksakan melahirkan secara normal, dari mulai perkembangan bayi yang lebih lambat hingga kematian bayi.
Terimaksih
Saya Farhah Nahdia Kamilah nomor absen 26 dari kelompok 4 izin bertanya, apakah benar hipertensi adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara total, dan memerlukan penanganan atau pengobatan seumur hidup?
BalasHapusSaya erly arsitama absen 16, ijin menjawab. Hipertensi tidak bisa disembuhkan namun dikendalikan dengan obat. Banyak yang mengira bahwa setelah mengonsumsi obat hipertensi dan kondisi tekanan darah normal, pengobatan bisa dihentikan. Padahal tak demikian, kondisi tekanan darah yang normal hanya sementara. Jika berhenti minum obat maka tekanan darah akan naik lagi. Masalah hipertensi ini kerap dianggap sepele. Padahal, masalah kesehatan ini bisa menyebabkan masalah komplikasi yang berat seperti stroke sehingga penting dilakukan pengobatan rutin.
Hapus“Hipertensi seumur hidup tidak sembuh, jadi hampir tidak mungkin sembuh dan mengonsumsi obat seumur hidup,”
Terimakasih
saya herlina eka absen 33 dari kelompok 9 izin bertanya, apakah penyakit hipertensi bisa terjadi pada anak-anak dan remaja ? terimakasih
BalasHapusSaya erly arsitama absen 16 ijin menjawab , penyakit hipertensi bisa terjadi pada anak-anak dan remaja.Sama halnya dengan penyebab tekanan darah tinggi secara umum, hipertensi pada usia muda dan remaja pun termasuk pada dua kategori tersebut. Anak muda dan remaja bisa menderita hipertensi bila memiliki kondisi medis tertentu, yang umumnya karena penyakit ginjal turunan/bawaan, kelainan fungsi/bentuk aorta, sleep apnea, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau masalah tiroid (hipotiroidisme atau hipertiroidisme). Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan hipertensi di usia muda.
HapusNamun, sebagian besar kasus tekanan darah tinggi pada remaja usia muda tergolong ke dalam hipertensi primer, yang berarti tidak diketahui penyebabnya. Meski tidak diketahui, kondisi ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik), gaya hidup yang tidak sehat, atau kombinasi keduanya.
Terimakasih
Assalamualaikum wr wb saya Dewi Suci Yanuari absen 13 izin bertanya bagaimana cara penanganan retensi urin? Terimakasih, wassalamu'alaikum wr wb
BalasHapusRangga satriawan
HapusNo.32
PENGOBATAN
Pengobatan inkontinensia urine meliputi:
Perubahan gaya hidup, mengurangi berat badan dan membatasi alkohol serta kafein, akan membantu proses pengobatan
Melakukan latihan dasar panggul
Melakukan latihan kandung kemih
Menggunakan bantalan penyerap
Pengobatan dengan resep dokter yang biasanya berupa duloxetine, antimuscarinik, mirabegron, desmopressin
Pembedahan seperti prosedur tape atau sling untuk inkontinensia stres
Assalamualaikum wr wb saya nadilah nur yuanita absen 18 izin bertanya bagaimana cara mengobati asam lambung dan mempunyai tekanan darah tinggi?dan apakah asam lambung akan menyebabkan tensi darah naik? terimakasih
BalasHapusSaya Septiana Dwi A absen 23 izin menanggapi pertanyaan dari Nadilah
Hapus1. Dalam pengobatan hipertensi tentu dengan memberikan intervensi farmakologis berupa obat-obatan dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup yang mendukung untuk perbaikan darah tinggi. Adapun mengenai pengobatan dengan obat-obatan anti hipertensi, penting bagi Anda untuk melakukan kontrol terhadap penyakit dan meminum obat secara rutin. Kondisi naik turunnya tensi seringkali disebabkan ketidakteraturan pasien dalam berobat disertai tidak adanya perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup yang dimaksud meliputi membatasi konsumsi garam per hari, mengurangi makanan berlemak dan berminyak. serta berolahraga secara teratur 30-45 menit, minimal 3 kali seminggu. Jangan lupa untuk selalu mengontrolkan tekanan darah pada dokter. Sedangkan untuk penyakit asam lambung faktor psikis dan kebiasaan telat makan juga menjadi salah satu faktor timbulnya gangguan lambung. Selain menggunakan obat lambung cobalah untuk menerapkan gaya hidup ramah lambung seperti menghindari makanan pedas/bersantan serta minuman berkafein seperti kopi, manajemen psikis yang baik, memperbaiki kebiasaan telat makan, serta menghentikan konsumsi penahan nyeri/jamu-jamuan tanpa sepengawasan dokter. Jangan lupa juga untuk memeriksakan diri ke dokter bila gejala tak kunjung membaik.
2. Penyakit asam lambung tidak dapat secara langsung menyebabkan tekanan darah tinggi,karena ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhinya,dibawah ini penjelasannya:
☆ Sakit maag atau lambung disebabkan oleh asam lambung dan biasanya memiliki gejala nyeri pada ulu hati dan dapat disebabkan juga oleh:
• Terlalu banyak mengkonsumsi makanaan pedas dan berminyak, kafein, soda, serta cokelat
• Peningkatan asam lambung akibat stres atau kecemasan
• Infeksi Helicobacter pylori
• Makan terlalu banyak dan terlalu cepat
• Berat badan berlebih
• Merokok
• Penggunaan obat golongan OAINS (Obat Anti Inflamasi Non-Steroid).
☆ Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah pada pembuluh darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg atau dengan kata lain lebih dari atau sama dengan 140 mmHg untuk tekanan sistolik dan lebih dari atau sama dengan 90 mmHg untuk tekanan darah diastolik. Hipertensi pada umumnya dibagi menjadi 2, yaitu:
• Hipertensi primer, adalah hipertensi yang belum diketahui penyebabnya, dan tidak berkaitan dengan penyakit tertentu, hipertensi jenis ini yang paling umum ditemui pada penderita hipertensi
• Hipertensi sekunder, adalah hipertensi yang merupakan akibat dari penyakit tertentu yang akan mempengaruhi tekanan darah, seperti penyakit ginjal, hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan, kencing manis, gangguan hormon dan lain sebagainya.
Beberapa faktor yang diduga dapat menyebabkan hipertensi primer adalah:
• Stress atau kecemasan
• Keturunan atau genetik
• Usia yang lebih tua
• Obesitas atau berat badan berlebih
• Pola hidup kurang sehat (makanan yang memiliki kandungan garam yang tinggi, minuman beralkohol, merokok, kurang berolahraga).
Terimakasih🙂
Ini tulisan untuk materinya terlalu kecil jadi sulit dibaca
BalasHapustapi secara umum sudah cukup baik
diskusi saya lihat juga sudag berjalan
good job